Pendahuluan
Sebuah kapal dapat memiliki berat ribuan ton, namun dapat tetap berada di satu tempat di tengah lautan. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Jawabannya sederhana saja: jangkar.
Sebuah jangkar adalah salah satu peralatan terpenting di kapal mana pun. Jangkar memungkinkan kapal untuk berhenti dan tetap pada posisinya tanpa hanyut karena angin, ombak, atau arus. Meskipun banyak orang mengira bahwa jangkar hanya mengandalkan beratnya, prinsip kerja sebenarnya jauh lebih menarik.
Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana jangkar bekerja, bagian apa saja yang membentuk jangkar, dan mengapa kombinasi desain jangkar, kondisi dasar laut, dan panjang rantai jangkar memainkan peran penting dalam menjaga kapal tetap berada di tempatnya dengan aman.
Apa yang dimaksud dengan Anchor?
Sebuah jangkar adalah perangkat logam berat yang terhubung ke kapal melalui rantai atau tali. Alat ini diturunkan ke dasar laut untuk mencegah kapal hanyut.
Sebagian besar jangkar modern dirancang untuk menggali ke dasar laut, menciptakan resistensi yang menahan kapal agar tetap stabil.
Meskipun desain jangkar bervariasi, sebagian besar jangkar memiliki beberapa bagian utama:
Shank
Batang tengah jangkar yang panjang yang terhubung ke rantai.
Cacing
Ini adalah bagian runcing atau melengkung yang menggali ke dasar laut.
Stok (pada beberapa jangkar tradisional)
Palang yang membantu jangkar mendarat di dasar laut pada posisi yang benar.
Jangkar biasanya digunakan bersama dengan rantai jangkar, yang membantu jangkar mempertahankan sudut tarikan yang tepat dan meningkatkan daya tahan.
Prinsip Dasar di Balik Jangkar
Berlawanan dengan kepercayaan umum, Jangkar tidak menahan kapal di tempatnya hanya karena mereka berat.
Sebaliknya, jangkar bekerja karena mereka mencengkeram dasar laut.
Ketika jangkar dijatuhkan ke dasar laut, kapal perlahan-lahan bergerak kembali karena angin atau arus. Gerakan ini menarik jangkar di sepanjang dasar laut. Saat bergerak, cacing mulai menggali pasir, lumpur, atau tanah liat.
Setelah jangkar mengubur dirinya sendiri, jangkar tersebut menciptakan resistensi yang kuat terhadap pergerakan lebih lanjut. Resistensi ini dikenal sebagai memegang kekuasaan.
Beberapa faktor mempengaruhi seberapa baik jangkar bekerja:
Jenis dasar laut
Dasar laut yang lunak seperti pasir atau lumpur memungkinkan jangkar untuk masuk dengan mudah. Dasar berbatu dapat membuat penahan lebih sulit.
Desain jangkar
Bentuk jangkar yang berbeda dirancang untuk bekerja lebih baik dalam kondisi dasar laut yang berbeda.
Berat dan ukuran jangkar
Kapal yang lebih besar membutuhkan jangkar yang lebih besar untuk memberikan daya tahan yang cukup.
Ketika elemen-elemen ini bekerja sama dengan baik, jangkar dapat dengan aman menahan kapal yang sangat besar sekalipun.
Peran Rantai Jangkar dan Ruang Lingkup
Itu rantai jangkar sama pentingnya dengan jangkar itu sendiri.
Jika rantai ditarik lurus ke atas, jangkar dapat dengan mudah ditarik keluar dari dasar laut. Untuk mencegah hal ini, kapal melepaskan rantai yang lebih panjang sehingga tarikan pada jangkar tetap horisontal daripada vertikal.
Hubungan antara panjang rantai dan kedalaman air disebut dengan istilah ruang lingkup.
Sebagai contoh:
- Dalam kondisi tenang, kapal dapat menggunakan Cakupan 5:1 (lima meter rantai untuk setiap meter kedalaman air).
- Dalam cuaca buruk, kapal dapat memperpanjang rantai ke Cakupan 7:1 atau lebih.
Rantai yang lebih panjang membantu dalam beberapa hal:
- Ini menjaga gaya tarikan tetap rendah dan horizontal.
- Ini menyerap guncangan dari ombak dan angin.
- Ini meningkatkan stabilitas kapal yang berlabuh.
Karena manfaat ini, rantai jangkar memainkan peran penting dalam sistem penahan secara keseluruhan.
Berbagai Jenis Jangkar
Seiring berjalannya waktu, para insinyur telah mengembangkan banyak desain jangkar untuk meningkatkan kinerja dalam berbagai kondisi. Beberapa jenis yang paling umum adalah sebagai berikut.
Jangkar Saham
Jangkar saham adalah desain klasik yang sering terlihat dalam ilustrasi maritim lama. Desain ini mencakup batang horizontal yang disebut stok, yang memaksa jangkar untuk mendarat di sisinya sehingga siput dapat menggali dasar laut.
Meskipun dapat diandalkan, desain ini kurang umum pada kapal komersial modern.
Jangkar Bajak
Jangkar bajak memiliki bentuk yang mirip dengan bajak pertanian. Jangkar ini dapat menggali dasar laut saat kapal bergerak sedikit ke belakang.
Desain ini bekerja dengan baik di pasir dan lumpur dan digunakan secara luas di banyak kapal.
Jangkar Fluke
Jangkar Fluke memiliki bilah yang lebar dan datar yang dapat menancap dalam-dalam di dasar laut yang lunak. Karena daya penahannya yang kuat dibandingkan dengan beratnya, jangkar ini populer di kapal yang lebih kecil dan kapal rekreasi.
Jangkar Cakar
Jangkar cakar memiliki bentuk melengkung yang memungkinkannya untuk mengatur ulang sendiri jika perahu bergeser ke arah lain. Hal ini menjadikannya pilihan yang dapat diandalkan di area dengan angin atau arus yang berubah-ubah.
Setiap desain jangkar memiliki keunggulan tergantung pada kondisi dasar laut dan ukuran kapal.
Apa yang Terjadi Jika Jangkar Terseret?
Kadang-kadang jangkar gagal menahan kapal dengan aman. Jika hal ini terjadi, maka disebut menyeret jangkar.
Beberapa faktor dapat menyebabkan jangkar terseret:
- Dasar laut mungkin terlalu keras atau berbatu
- Jangkar mungkin belum sepenuhnya terpasang
- Rantai jangkar mungkin terlalu pendek
- Angin atau arus yang kuat dapat melebihi daya tahan jangkar
Ketika terjadi tarikan, kapal dapat perlahan-lahan menjauh dari posisi yang seharusnya. Hal ini dapat berbahaya, terutama di tempat berlabuh yang ramai atau di dekat pelabuhan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, para kru dapat melakukannya:
- Jatuhkan jangkar lagi
- Lepaskan lebih banyak rantai jangkar
- Gunakan jangkar kedua untuk daya tahan tambahan
Prosedur berlabuh yang tepat sangat penting untuk keselamatan maritim.
Mengapa Keselamatan Berlabuh Itu Penting
Penahan mungkin tampak sederhana, tetapi memainkan peran utama dalam keselamatan dan operasi kelautan.
Kapal-kapal besar sering berlabuh di dekatnya:
- pelabuhan yang sibuk
- anjungan lepas pantai
- area transfer kapal ke kapal
- zona tunggu di luar pelabuhan
Dalam situasi ini, kapal harus tetap stabil dan menghindari tabrakan yang tidak disengaja. Peralatan pelindung seperti fender laut sering digunakan sebagai tambahan dari sistem penahan untuk mengurangi risiko benturan ketika kapal beroperasi berdekatan satu sama lain.
Dengan menggabungkan sistem jangkar yang andal dengan peralatan keselamatan yang tepat, kapal dapat mempertahankan posisi yang aman bahkan di lingkungan laut yang menantang.
Kesimpulan
Jangkar adalah alat yang sederhana namun kuat yang memungkinkan kapal untuk tetap berada di tempatnya di perairan terbuka. Daripada mengandalkan berat saja, sebuah jangkar bekerja dengan menggali ke dasar laut dan menciptakan daya tahan yang kuat.
Efektivitas jangkar bergantung pada beberapa faktor, termasuk desain jangkar, kondisi dasar laut, dan panjang rantai jangkar. Jika digunakan dengan benar, sistem ini dapat menahan kapal yang sangat besar sekalipun dari angin, ombak, dan arus.
Memahami cara kerja jangkar membantu menjelaskan salah satu sistem paling mendasar dalam operasi maritim-dan mengapa jangkar yang tepat tetap penting untuk navigasi yang aman dan keselamatan laut.






